Monday, May 13, 2013

Basic Router Configuration

Mata Kuliah Jaringan Komputer [JTE Univ.Mataram]


Tool simulasi yang akan digunakan adalah Packet tracert, beberapa konfigurasi dasar yang akan dilakukan disini adalah :
  • Naming the router 
  • Setting passwords 
  • Configuring interfaces 
  • Configuring a banner 
  • Saving changes on a router 
  • Verifying basic configuration and router operations
Download file berikut untuk melakukan konigurasi : .pka
berikut adalah perintah-perintah yang digunakan untuk mengkonfigurasi : TXT

--------------
    R1
---------------
Router>enable
Router#conf
Configuring from terminal, memory, or network [terminal]?
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.

Router(config)#hostname R1

R1(config)#interface fastEthernet 0/0
R1(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shutdown

R1(config)#interface serial 0/0/0
R1(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shutdown

##password console,telnet,enable secret
R1(config)#line console 0
R1(config-line)#password cisco
R1(config-line)#login
R1(config-line)#exit

R1(config)#line vty 0 4
R1(config-line)#password cisco
R1(config-line)#login
R1(config-line)#exit

R1(config)#enable secret class

R1(config)#banner motd #
Enter TEXT message.  End with the character '#'.
***************************************************
warning !! Unauthorized Acces Prohibited!!
***************************************************
#

R1#copy running-config startup-config

Thursday, April 4, 2013

Menambah Jumlah Mount Point

Jumlah mount point default pada linux (ubuntu) biasanya adalah delapan buah, bisa di cek dengan
ls -d /dev/loop*

Jumlah mount point yang lebih banyak dibutuhkan ketika misalnya ingin membuat sebuah repository lokal menggunakan dvd repo, jika jumlah iso dvd repo lebih dari delapan maka dipastikan ketika melakukan mount yang kesembilan akan gagal.

Untuk menamnah jumlah mount point :
  • Edit file /etc/default/grub
  • Temukan bagian 
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash "
GRUB_CMDLINE_LINUX=""

ubah menjadi
GRUB_CMDLINE_LINUX_DEFAULT="quiet splash max_loop=64 "
GRUB_CMDLINE_LINUX=""

64 adalah jumlah mount point yang diinginkan
  • Update grub dengan perintah
$ update-grub
  • Lakukan reboot dan cek kembali dengan "ls -d /dev/loop* "

Sunday, January 6, 2013

seri Bahasa C : Compile bahasa C dengan GCC ...(1)


Menulis dan meng-compile bahasa C pada sistem operasi Linux tidak persis sama ketika menggunakan IDE yang berjalan pada windows, misalnya dengan borland dll.

berikut ini gambaran sedikit perbedaan tersebut. Saya membuat program sederhana untuk menghitung nilai sin.

#include <stdio.h>
#include <math.h>

main () {
float degree, rad, sinus;

printf ("sinus dari : ");
   scanf ("%f",&degree);

   rad = 0.01745*degree;
   sinus = sin(rad);

printf ("adalah = %.2f \n",sinus); }

Dari sisi bahasa tidak ada perbedaan, masalah sering timbul ketika melakukan kompilasi dengan GCC (Gnu C Compiler). Cara yang dilakukan untuk meng-compile dengan GCC adalah :

gcc -o program program.c

program sederhana diatas menggunakan library math (file header math.h), maka ketika meng-compile dengan cara biasa maka akan ada kesalahan

 $ gcc -o sinus sinus.c
/tmp/ccSm1bxV.o: In function `main':
sinus.c:(.text+0x43): undefined reference to `sin'
collect2: ld returned 1 exit status

ini terjadi karena library math belum terhubung, untuk menghubungkannya maka tambahkan opsi -lm pada bagian ahir :

$ gcc -o sinus sinus.c -lm



sumber Gambar : http://www.fsf.org/blogs/community/happy-birthday-gcc